Bukan Paku yang Menahan-Nya di Salib… Tapi Kasih

banner 120x600
banner 468x60

 

Artikel, Nara sumber Pemred PN, Baca Selengkapnya⤵️⤵️⤵️⤵️⤵️🇮🇩✍️✍️✍️💯

Bentaapatrolinusantaa.com – Banyak orang berpikir Yesus tidak bisa turun dari salib karena paku.
Padahal kebenarannya lebih dalam dari itu.

Bukan paku yang menahan-Nya.
Kasihlah yang membuat-Nya tetap tinggal.

Ia bisa saja turun.
Ia punya kuasa.
Ia tidak lemah.

Namun Ia memilih bertahan—
menanggung sakit yang tidak bisa dijelaskan,
menahan luka yang tidak bisa dibandingkan,
demi sesuatu yang sering kita anggap biasa:

kita.

Kita yang Sering Lupa…

Kita mudah berkata “Tuhan baik,”
tapi cepat menyerah saat hidup tidak baik.

Kita bilang percaya,
tapi goyah saat doa tidak langsung dijawab.

Kita ingin mujizat,
tapi tidak mau proses.

Padahal salib menunjukkan satu hal yang keras sekaligus indah:
kasih sejati tidak selalu nyaman—tetapi selalu setia.

Bilur yang Tidak Pernah Sia-Sia

“Yesaya berkata: oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh.”

Bukan oleh kemudahan.
Bukan oleh keberuntungan.
Bukan oleh kekuatan kita.

Tapi oleh luka-Nya.

Artinya, setiap tetes darah itu bukan tragedi—
itu adalah transaksi kasih terbesar dalam sejarah manusia.

Ia mengambil tempatmu.
Ia memikul yang seharusnya kamu tanggung.
Ia membayar yang tidak bisa kamu bayar.

Untuk Kamu yang Hari Ini Sedang Hancur Diam-Diam

Tidak semua luka terlihat.
Tidak semua air mata jatuh di depan orang lain.

Ada yang tersenyum di luar,
tapi berantakan di dalam.

Kalau itu kamu… dengar ini baik-baik:

Tuhan tidak menunggu kamu kuat untuk mengasihimu.
Ia mengasihimu justru saat kamu paling rapuh.

Dan salib adalah buktinya.

Realita yang Jarang Disadari

Yesus tidak datang untuk membuat hidupmu selalu mudah.
Ia datang supaya kamu tetap berdiri
bahkan ketika hidupmu sedang runtuh.

Dan kalau hari ini kamu masih bertahan—
itu bukan karena kamu hebat.

Itu karena kasih Tuhan masih menopangmu, diam-diam.

Kalimat Viral (Highlight):

Yesus bisa turun dari salib—
tapi Ia memilih tetap di sana, karena Ia tidak mau kehilangan kamu.

Penutup

Jangan lihat salib hanya sebagai simbol agama.
Lihat itu sebagai bukti:

bahwa ada kasih yang tidak menyerah,
meskipun harus berdarah.

Penulis:
Ev. Kefas Hervin Devananda, S.H., S.Th., M.Pd.K.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *