Berita  

Ditempa untuk Bertumbuh, Dibentuk untuk Tujuan Ilahi

banner 120x600
banner 468x60

Sumber Pemred PN, Baca selengkapnya,⤵️⤵️⤵️⤵️⤵️🇮🇩✍️✍️✍️💯

Bentarapatrolinusantara.com – Tidak semua bentuk kasih terasa lembut. Ada kasih yang menguatkan melalui pelukan, tetapi ada juga kasih yang membentuk melalui proses. Dalam iman Kristen, proses bukanlah tanda bahwa Tuhan menjauh, melainkan bukti bahwa Ia sedang bekerja lebih dalam.

Alkitab berkata, “Sebab Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya” (Ibrani 12:6). Kata “menghajar” di sini bukan tentang hukuman semata, melainkan disiplin seorang Bapa yang mendidik anak-Nya agar bertumbuh benar. Tuhan tidak pernah membentuk tanpa tujuan. Setiap proses adalah bagian dari rancangan-Nya.

Bayangkan seorang pembuat keramik. Tanah liat yang lembut dibentuk dengan tekanan, diputar, lalu dimasukkan ke dalam api. Tanpa tekanan, ia tidak berbentuk. Tanpa api, ia tidak kuat. Demikian pula hidup kita—tanpa proses, kita tidak akan pernah menjadi pribadi yang kokoh.

Sering kali kita bertanya, “Mengapa harus saya?” atau “Mengapa seberat ini?” Namun firman Tuhan mengingatkan, “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan biasa… Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu” (1 Korintus 10:13). Artinya, tidak ada proses yang terjadi di luar kendali Tuhan. Semua sudah diukur, dipertimbangkan, dan diizinkan sesuai kapasitas kita.

Masalahnya bukan pada seberapa berat proses itu, tetapi bagaimana hati kita meresponsnya. Ada orang yang menjadi pahit, ada pula yang menjadi kuat. Ada yang menyerah, ada yang semakin melekat pada Tuhan. Di sinilah iman diuji—bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk memurnikan.

Rasul Yakobus berkata, “Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan… apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan” (Yakobus 1:2-3). Proses melahirkan ketekunan, dan ketekunan membentuk karakter yang tahan uji.

Di balik setiap pergumulan, Tuhan tidak pernah diam. Ia bekerja dalam cara yang sering tidak terlihat. Bahkan ketika doa terasa sunyi, Tuhan tetap hadir. Ia menata, memperbaiki, dan mengarahkan hidup kita menuju kebaikan yang lebih besar.

Seperti tertulis, “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan” (Roma 8:28). Bukan berarti semua yang terjadi itu baik, tetapi Tuhan sanggup mengubah segala sesuatu menjadi kebaikan bagi mereka yang mengasihi-Nya.

Menerima proses Tuhan bukan berarti pasif, melainkan percaya aktif. Datang kepada-Nya dalam doa, berjalan dalam firman-Nya, dan tetap setia sekalipun keadaan tidak berubah seketika. Iman yang sejati tidak bergantung pada situasi, tetapi pada siapa yang kita percayai.

Pada akhirnya, setiap tempaan akan menghasilkan sesuatu. Entah kita menjadi pribadi yang retak karena menolak proses, atau menjadi pribadi yang kuat karena berserah. Pilihan itu ada pada kita.

Sebab di tangan Tuhan, tidak ada luka yang sia-sia, tidak ada air mata yang terbuang, dan tidak ada proses yang tanpa makna. Semua dipakai-Nya untuk satu tujuan: membentuk kita menjadi serupa dengan Kristus.

Penulis:
Ev. Kefas Hervin Devananda, S.H., S.Th., M.Pd.K.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *