Baca selengkapnya⤵️⤵️⤵️⤵️⤵️✍️✍️✍️🇮🇩💯
Bentarapatrolinusantara.com – Bupati Murung Raya (Mura), Heriyus menghadiri acara serah terima pengelolaan pendidikan yang menjadi tonggak penting bagi dunia pendidikan berbasis iman di kabupaten tersebut. Acara yang berlangsung di Puruk Cahu pada hari Sabtu (4/7/2026) tersebut menandai peralihan pengelolaan dari Kongregasi Kasih Yesus dan Maria, Bunda Pertolongan Baik (KYM) kepada Yayasan Filia Gracia Murung Raya, yang selanjutnya akan dilanjutkan ke tangan Kongregasi Suster-Suster Jesus Maria Josep (SJMJ).
Acara yang berjalan khidmat dan sarat akan makna ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, antara lain Uskup Palangka Raya, pimpinan kedua kongregasi terkait, pengurus yayasan, para pendeta, suster, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari dunia pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Heriyus menyampaikan penghargaan yang mendalam kepada Kongregasi KYM atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertahun-tahun dalam membangun pendidikan di daerah ini.
“Kontribusi mereka tidak hanya terbatas pada pencerdasan, tetapi juga dalam membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai iman pada generasi muda Murung Raya, hal yang menjadi pondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia berkualitas,” ujarnya.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada Yayasan Filia Gracia Murung Raya yang telah berperan sebagai jembatan dalam menjalankan amanah pelayanan pendidikan. Sementara itu, kedatangan Kongregasi SJMJ diharapkan dapat membawa semangat baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pembinaan karakter, serta pelayanan sosial bagi masyarakat luas.
Pemerintah Kabupaten Murung Raya, kata Bupati, berkomitmen penuh untuk mendukung setiap lembaga pendidikan yang berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Dukungan ini sejalan dengan visi pembangunan daerah menuju “Murung Raya Hebat, Semakin Maju, Semakin Sejahtera” menuju target Murung Raya Emas 2030, di mana peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas utama.
“Kita berharap proses serah terima ini bukan hanya sebatas perubahan pada tataran administratif. Lebih dari itu, semoga menjadi awal kolaborasi yang lebih erat antara gereja, yayasan, pemerintah, dan masyarakat untuk mewujudkan pendidikan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga berkarakter dan berpijak pada nilai kasih serta kemanusiaan,” tutup Bupati Heriyus.
















