(Grup BPN, Sumber Rohaniawan)BACA SELENGKAPNYA⤵️⤵️⤵️⤵️⤵️🇮🇩✍️✍️✍️💯Redaksi. Bentarapatrolinusantara.com
“Percayalah kepada Allah.”
(Markus 11:22)
FiladelfiaNews.com Banyak orang berkata mereka percaya kepada Tuhan. Mereka berdoa, pergi ke gereja, bahkan menyebut nama Tuhan dalam setiap kesempatan.
Namun ketika masalah datang, ketakutan lebih besar daripada iman.
Ketika keadaan sulit, kecemasan lebih kuat daripada pengharapan.
Ketika jalan terasa gelap, keraguan lebih cepat muncul daripada kepercayaan kepada Tuhan.
Di sinilah persoalannya.
Banyak orang percaya Tuhan itu ada, tetapi belum sungguh-sungguh percaya kepada-Nya.
Iman bukan sekadar pengakuan dengan mulut.
Iman adalah keberanian untuk tetap berjalan ketika jalan terasa berat.
Iman adalah kemampuan untuk tetap berharap ketika keadaan terlihat mustahil.
Iman adalah keyakinan bahwa janji Tuhan lebih kuat daripada ketakutan kita.
Iman yang kecil memang bisa membawa seseorang kepada keselamatan. Tetapi iman yang kecil sering membuat hidup dipenuhi kecemasan, keraguan, dan ketakutan.
Ia selalu berkata:
“Bagaimana kalau aku gagal?”
“Bagaimana kalau semuanya menjadi lebih buruk?”
“Bagaimana kalau aku tidak sanggup?”
Namun iman yang besar berkata berbeda.
Iman yang besar berkata:
“Tuhan sanggup.”
“Tuhan setia.”
“Tuhan tidak pernah meninggalkan.”
Karena itu, orang yang memiliki iman besar tidak selalu hidup tanpa masalah.
Tetapi mereka hidup tanpa kehilangan harapan.
Firman Tuhan berkata:
“Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau.”
(Yesaya 43:2)
Perhatikan baik-baik.
Tuhan tidak berkata kita tidak akan melewati air.
Tetapi Tuhan berjanji Ia akan menyertai kita melewatinya.
Itulah iman.
Bukan hidup tanpa badai, tetapi percaya Tuhan memegang kendali di tengah badai.
Karena itu Yesus berkata dengan sederhana namun sangat dalam:
“Percayalah kepada Allah.”
Jika iman kita kecil, hidup akan selalu dipenuhi kekhawatiran.
Tetapi jika iman kita besar, hati kita akan tetap kuat sekalipun dunia di sekitar kita sedang bergoncang.
Hari ini Tuhan tidak meminta kita menjadi kuat.
Tuhan hanya meminta kita percaya kepada-Nya.
Ev. Kefas Hervin Devananda
(Romo Kefas) S.H., S.Th., M.Pd.K
















