
Redaksi.Bentarapatrolinusantara.com
Bacaan: Yohanes 19:16–27
Ada satu hal yang aneh dari salib:
Yesus tidak melawan.
Padahal Ia bisa.
Ia punya kuasa.
Ia bukan korban yang tidak berdaya.
Namun Ia diam.
Tidak membela diri.
Tidak membalas.
Tidak turun.
Dan justru di situlah letak kekuatan terbesar-Nya.
Dunia Mengajarkan: Lawan atau Kalah
Kita dibesarkan dengan pola pikir:
kalau disakiti, balas.
kalau direndahkan, buktikan diri.
kalau diserang, bertahan.
Karena kalau tidak, kita dianggap lemah.
Tapi Yesus melakukan kebalikannya.
Ia tidak melawan—namun Ia menang.
Diam yang Penuh Kuasa
Diamnya Yesus bukan tanda kalah.
Itu adalah keputusan penuh kesadaran.
Ia memilih untuk tidak turun dari salib.
Ia memilih untuk tetap bertahan dalam penderitaan.
Kenapa?
Karena Ia tahu:
jika Ia membela diri-Nya,
Ia tidak akan bisa menyelamatkan kita.
Kekuatan yang Tidak Berisik
Kita sering mengira kekuatan itu harus terlihat:
keras, tegas, dominan.
Tapi salib menunjukkan hal yang berbeda:
kekuatan sejati tidak selalu berisik—kadang justru sunyi.
Tidak semua kemenangan dirayakan.
Ada kemenangan yang terjadi dalam diam,
dalam air mata,
dalam pengorbanan.
Untuk Kamu yang Sedang Menahan Banyak Hal
Mungkin hari ini kamu:
memilih diam saat disalahpahami,
memilih sabar saat disakiti,
memilih bertahan saat lelah.
Rasanya seperti kalah.
Tapi bisa jadi—
kamu sedang berjalan di jalan yang sama seperti Kristus.
Salib Mengubah Cara Kita Melihat Kekuatan
Yesus tidak menunjukkan kuasa dengan menghancurkan musuh.
Ia menunjukkan kuasa dengan mengalahkan kejahatan lewat kasih.
Dan itu jauh lebih sulit.
Tidak semua yang diam itu lemah—kadang itu adalah bentuk kekuatan tertinggi.
Jika hari ini kamu merasa tidak didengar,
tidak dimengerti,
atau harus menahan banyak hal—
ingat ini:
Yesus pernah ada di sana.
Dan dari tempat itu,
Ia mengubah dunia.
Penulis:
Ev. Kefas Hervin Devananda, S.H., S.Th., M.Pd.K.


















