Tuhan Tidak Hilang—Kita yang Kehilangan Fokus

banner 120x600
banner 468x60

Tuhan Tidak Hilang—Kita yang Kehilangan Fokus

Artikel rohani. Redaksi.Bentarapatrolinusantara.com

Yohanes 20:11–18

Kadang yang hilang bukan Tuhan.
Yang hilang… adalah cara kita melihat.

Maria Magdalena berdiri di depan kubur.
Air matanya tidak berhenti.
Dukanya terlalu dalam untuk dijelaskan.

Ia tidak sedang mencari jawaban.
Ia hanya tenggelam dalam kehilangan.

Baginya, semua sudah selesai.
Yesus sudah mati.
Harapan sudah terkubur.

Dan ketika tubuh-Nya tidak ditemukan,
satu kesimpulan langsung muncul:
Tuhan sudah tidak ada.

Kesedihan yang Mengaburkan Kebenaran

Maria melihat.
Tetapi tidak memahami.

Ia mendengar.
Tetapi tidak menangkap.

Ia bahkan berbicara dengan Yesus—
namun tetap tidak mengenali-Nya.

Mengapa?

Karena pikirannya sudah dipenuhi satu hal:
kehilangan.

Dan ketika kehilangan menjadi pusat hidup,
kebenaran tidak lagi terlihat jelas.

Tuhan Tidak Pernah Pergi

Yang paling dalam dari kisah ini adalah kenyataan sederhana:

Yesus tidak pernah pergi.

Ia ada di sana.
Ia dekat.
Ia hadir.

Namun Maria tidak melihat.

Bukan karena Yesus tidak tampak,
tetapi karena hatinya terlalu penuh oleh kesedihan.

Bukankah ini juga yang sering terjadi pada kita?

Kita berkata:
“Tuhan, Engkau di mana?”

Padahal mungkin…
Ia sedang berdiri tepat di depan kita.

Satu Panggilan yang Mengubah Segalanya

Segalanya berubah dalam satu momen:

“Maria!”

Bukan mujizat besar.
Bukan tanda spektakuler.

Hanya satu panggilan.

Namun panggilan itu menembus hatinya.

Dalam sekejap,
yang tidak terlihat menjadi nyata.
Yang tidak dimengerti menjadi jelas.

Ia berkata:
“Rabuni!”

Ini bukan sekadar pengenalan.
Ini adalah perjumpaan.

Masalahnya Ada pada Fokus Kita

Seringkali kita berpikir:
Tuhan tidak menjawab.
Tuhan tidak hadir.
Tuhan tidak peduli.

Padahal bisa jadi,
masalahnya bukan pada Tuhan.

Masalahnya ada pada fokus kita.

Kita terlalu sibuk melihat masalah,
sehingga tidak melihat kehadiran Tuhan.

Kita terlalu fokus pada apa yang hilang,
sehingga lupa siapa yang tetap ada.

Dari Duka Menuju Tugas

Maria ingin tetap di sana.
Ia ingin mempertahankan momen itu.

Namun Yesus berkata:
“Pergilah.”

Ini penting.

Iman tidak berhenti pada perasaan.
Iman harus bergerak menjadi kesaksian.

Maria pergi dengan satu kalimat sederhana:
“Aku telah melihat Tuhan.”

Bukan teori.
Bukan penjelasan panjang.

Tetapi pengalaman nyata.

Refleksi: Apa yang Sedang Kita Lihat?

Hari ini, kita mungkin tidak menangis di depan kubur.
Namun kita sedang menghadapi sesuatu:

tekanan, kehilangan, ketidakpastian.

Dan tanpa sadar,
kita mulai melihat hidup hanya dari satu sisi:
masalah.

Padahal Tuhan tetap bekerja.
Tuhan tetap hadir.
Tuhan tetap dekat.

Ubah Fokus, Ubah Hidup

Tuhan tidak pernah hilang.
Ia tidak pernah jauh.
Ia tidak pernah meninggalkan.

Namun jika fokus kita salah,
kita akan merasa seolah-olah Dia tidak ada.

Karena itu…

jangan hanya melihat masalah.
mulailah melihat Tuhan.

Sebab ketika fokus berubah,
hidup pun akan berubah.

Penulis:
Ev. Kefas Hervin Devananda, S.H., S.Th., M.Pd.K

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *